Awas ! Ciri Calo Penipu yang Sering Incar Calon Pekerja Migran

Jangan sampai tertipu calo sebelum berangkat kerja ke luar negeri! Kenali 5 ciri calo penipu PMI ini dan cara aman mengecek agen resmi.

Share
Awas ! Ciri Calo Penipu yang Sering Incar Calon Pekerja Migran
Ciri Calo Penipu yang Sering Incar CPMI. (Ilustrasi: Teman Rantau)

Sudah bayar mahal ke calo, tapi ujung-ujungnya tidak jadi berangkat kerja. Uang hilang, harapan pupus. Ini cerita yang sering dialami calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai daerah.

Calo penipu memang pandai mengambil hati dengan janji manis. Supaya Kakak tidak jadi korban berikutnya, kenali dulu ciri-ciri calo yang sering incar calon PMI berikut ini.

Gaji Ditawarkan Jauh di Atas Normal

Waspada kalau ada tawaran gaji yang kelihatan tidak masuk akal, misalnya dua kali lipat dari gaji PMI lain di negara yang sama. Calo sering memakai iming-iming gaji fantastis untuk memancing korban agar cepat mengambil keputusan tanpa cek kebenarannya lebih dulu. 

Sebelum percaya, coba tanya terlebih dulu ke teman atau saudara yang sudah lebih dulu kerja di negara tujuan. Bandingkan juga informasinya lewat KBRI setempat.

Menjanjikan Keberangkatan Cepat 

Calo penipu jago merayu dengan kata-kata yang membuat hati tenang, "Tenang saja, saya sudah biasa uruskan orang, minggu depan pasti berangkat." Mereka mengiming-imingi proses instan tanpa melalui pelatihan bahasa atau keterampilan resmi.

Padahal jadi PMI resmi itu ada tahapannya: pelatihan, tes kesehatan, dan pengurusan dokumen. Kalau ada yang janji instan tanpa proses ini, itu sudah pasti jalur bawah alias ilegal.

Menggunakan Visa Wisata/Liburan 

Waspadai tawaran berangkat secara non-prosedural menggunakan visa wisata/liburan, bukan visa kerja resmi. Berangkat dengan visa pelesir berarti status Kakak di negara tujuan tidak legal untuk bekerja, dan risikonya ditanggung sendiri kalau terjadi masalah di sana. 

Meminta Biaya di Awal

Ini ciri yang paling sering ditemui. Calo minta uang di awal dengan berbagai alasan, seperti biaya pendaftaran, uang transport, atau "uang terima kasih" untuk petugas — biasanya diminta transfer dalam jumlah besar ke rekening pribadi perorangan, bukan rekening resmi perusahaan.

Anehnya, uang yang diminta itu pernah ada kwitansi atau bukti tertulis yang jelas.

Aturan yang wajib Kakak tahu:

  • PMI resmi lewat P3MI (Perusahaan Penempatan PMI) berizin, biaya penempatan untuk sektor domestik tidak dibebankan ke pekerja.
  • Kalau ada yang minta uang besar sebelum berangkat, itu tanda bahaya besar.
  • Kalau diminta transfer ke rekening atas nama pribadi (bukan atas nama perusahaan resmi), itu tanda bahaya besar.

Kontak Tidak Resmi 

Coba tanya baik-baik ke calo, "Kantornya di mana, Pak/Bu? Ada surat izinnya?" Kalau jawabannya muter-muter atau malah marah, itu tanda dia bukan agen resmi.

Waspada juga kalau kontak yang tersedia hanya nomor HP pribadi atau akun media sosial, tanpa alamat kantor yang jelas.

Langkah mudah cek keaslian agen:

  1. Minta nama lengkap perusahaan (P3MI) secara tertulis.
  2. Buka situs resmi kp2mi.go.id lewat HP.
  3. Cari nama perusahaan tersebut di daftar resmi.
  4. Kalau tidak ketemu, jangan kasih uang sepeser pun.

Sudah Terlanjur Kena Tipu? Segera Lapor!

Jangan pendam sendiri kalau Kakak sudah jadi korban calo. Segera hubungi pihak berwenang supaya kasusnya bisa diproses.

  • Call Center BP2MI: 08111-118-119
  • Hotline Kemnaker: 1500-630
  • Datangi kantor polisi terdekat dengan membawa bukti transfer atau chat percakapan.

Lebih Baik Waspada Sejak Awal

Ciri calo penipu memang kadang sulit dibedakan dari agen resmi kalau tidak jeli. Tapi dengan mengenali tanda-tanda di atas, Kakak bisa lebih waspada sebelum memutuskan apapun.

Ingat, jalan resmi memang butuh waktu, tapi jauh lebih aman untuk masa depan Kakak dan keluarga di kampung.

Sumber resmi: