Belanja Online dari Luar Negeri: Jangan Sampai Gaji PMI Habis Karena Ini

Belanja online dari luar negeri memang praktis, tetapi bisa membuat gaji PMI cepat habis. Simak tips mengatur belanja agar tetap hemat dan tidak boros.

Share
Belanja Online dari Luar Negeri: Jangan Sampai Gaji PMI Habis Karena Ini
Belanja Online dari Luar Negeri Jangan Sampai Gaji PMI Habis (Ilustrasi: TemanRantau)

Halo Teman Rantau! Bekerja di luar negeri tentu membuat kakak punya penghasilan yang bisa kakak gunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus membantu keluarga di kampung. Namun, tanpa kakak sadari,belanja online dari e-commerce di Indonesia, seperti Shopee, TikTok Shop, atau Tokopedia, lalu mengirimkannya ke luar negeri juga bisa menjadi salah satu penyebab gaji cepat habis.  dan mengirimkannya ke luar negeri juga bisa menjadi salah satu penyebab gaji cepat habis. Tinggal membuka aplikasi, melihat barang dari Indonesia, lalu melakukan checkout, rasanya memang mudah sekali. Apalagi saat melihat makanan khas daerah, produk yang biasa digunakan di rumah, pakaian, kosmetik, atau barang favorit yang sulit ditemukan di negara tempat kakak bekerja. Kadang, belanja seperti ini juga dilakukan karena rasa kangen dengan kampung halaman. Melihat makanan atau barang yang mengingatkan pada rumah bisa membuat kakak ingin segera membelinya. Di sisi lain, ada juga rasa FOMO (Fear of Missing Out), yaitu takut ketinggalan tren atau merasa harus ikut membeli barang yang sedang ramai dibicarakan dan digunakan orang lain.

Awalnya mungkin hanya ingin membeli satu atau dua barang, tetapi karena ada promo, diskon, gratis ongkir, atau barang yang sedang viral, akhirnya keranjang belanja semakin penuh. Tanpa terasa, pengeluaran kecil yang dilakukan berkali-kali bisa menjadi jumlah yang cukup besar dalam satu bulan. Misalnya, setiap minggu kakak menghabiskan S$20 untuk membeli barang dari Shopee Indonesia. Dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai sekitar S$80. Padahal, uang tersebut sebenarnya bisa dialihkan untuk menambah tabungan atau dana darurat. Supaya tidak boros kakak coba tanyakan kepada diri sendiri: “Apakah barang ini benar-benar saya butuhkan, atau saya membelinya karena kangen, ikut-ikutan, atau takut ketinggalan tren?”

Uang sebesar itu sebenarnya bisa kakak alihkan untuk menambah tabungan atau dana darurat. Karena itu, sebelum menekan tombol “checkout”, penting bagi kakak untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Supaya kakak paham betapa pentingnya dana darurat kakak bisa membaca artikel berjudul berikut: Kenapa PMI Perlu Punya Dana Darurat? Ini Alasannya

Belanja Online dari Luar Negeri: Bedakan Kebutuhan dan Keinginan 

Salah satu cara sederhana agar gaji kakak tidak cepat habis adalah membuat batas khusus untuk belanja. Setelah menerima gaji, kakak jangan langsung menggunakan uang yang tersisa untuk membeli barang yang sedang diinginkan. Pisahkan terlebih dahulu uang untuk kebutuhan utama, kiriman keluarga, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan pribadi.

Untuk tips cara memisahkan uang untuk tabungan dan kebutuhan lainnya kakak bisa baca artikel berikut: Gaji Habis Dikirim ke Kampung? Ini Cara Nabung ala PMI!

Setelah semuanya aman, barulah tentukan berapa jumlah yang boleh digunakan untuk belanja atau hiburan. Contohnya, jika gaji yang diterima S$650, kita bisa menetapkan batas belanja online hanya S$30–S$50 dalam sebulan. Jika sudah mencapai batas tersebut, tahan keinginan membeli sampai bulan berikutnya. Kebiasaan lain yang bisa dicoba adalah memasukkan barang ke keranjang terlebih dahulu dan menunggu satu atau dua hari sebelum membelinya. Cara ini membantu kakak untuk berpikir apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya karena tergoda promo. Jangan lupa juga ya kakak harus memperhatikan biaya tambahan seperti ongkir, biaya layanan, pajak, atau biaya lainnya yang mungkin muncul saat pembayaran. Barang yang terlihat murah belum tentu murah setelah semua biaya dihitung. Hindari pula membeli barang hanya karena sedang diskon. Diskon tetap membuat kita mengeluarkan uang. Kalau barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan, uang yang dikeluarkan tetap menjadi pengeluaran yang tidak perlu.

Jangan Biarkan Gaji Habis karena Checkout

Belanja online sebenarnya tidak selalu buruk. Justru bisa membantu kakak mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan lebih praktis, terutama ketika sedang sibuk bekerja. Yang terpenting adalah memiliki kendali atas pengeluaran. Sebelum membeli sesuatu, yuk kakak coba tanyakan kepada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?”, “Kalau tidak membeli sekarang, apakah akan menjadi masalah?”, dan “Apakah uang ini lebih baik ditabung?” Tiga pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu mengurangi pembelian online. kakak juga bisa membuat catatan pengeluaran setiap kali berbelanja agar tahu berapa banyak uang yang sudah digunakan dalam satu bulan. Kalau ternyata pengeluaran belanja semakin besar, segera kurangi sebelum mengganggu kebutuhan lainnya. Ingat, tujuan bekerja di luar negeri bukan hanya mendapatkan gaji ya kak, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke Indonesia. Jangan sampai hasil kerja keras berbulan-bulan habis untuk barang yang hanya memberikan kesenangan sesaat. Belanja Online dari Luar Negeri boleh saja, tetapi tetap sesuaikan dengan kemampuan dan rencana keuangan. Lebih baik membeli seperlunya, menabung secara rutin, dan memiliki dana cadangan daripada setiap bulan merasa gaji tidak pernah cukup.