Ditinggal Ibu Sejak Kecil, Berbekal Harapan dan Doa Mantapkan Langkah
Yatim sejak usia 7 tahun, Dona mantap jadi PMI Malaysia demi masa depan sang ayah. Simak kisah harunya berjuang sendiri di tanah rantau.
Dari Cianjur, seorang gadis bernama Dona, usianya baru 24 tahun. Sejak kecil Dona sudah kehilangan sosok ibu, tepat saat usianya 7 tahun. Kini, dari 4 bersaudara, hanya Dona yang menemani sang ayah di rumah. Tahun ini, Dona memberanikan diri menjadi PMI Malaysia. Ini kali pertamanya bekerja ke luar negeri, setelah sebelumnya hanya punya pengalaman bekerja di dalam negeri selama 9 bulan.
Proses Berangkat Jadi PMI Malaysia
Bekerja di Indonesia, penghasilan Dona rasanya tak pernah cukup. Padahal Dona ingin sekali punya tabungan untuk masa depan, dan yang paling penting, ingin memastikan ayahnya hidup berkecukupan. Keputusan ini tidak mudah diterima keluarga. Ayahnya sempat menolak. Tapi Dona tak menyerah, ia terus membujuk selama sebulan penuh, hingga akhirnya sang ayah luluh dan merestui.
Untungnya, proses berkas keberangkatan Dona berjalan lancar karena dibantu penuh oleh agency. Tidak ada kendala berarti yang Dona hadapi di tahap ini. Di masa OPP, Dona justru menemukan hal yang berkesan. Ia bertemu banyak teman baru, saling berbagi cerita dan belajar hal-hal baru bersama calon PMI lain yang senasib dengannya.
Menyiapkan Masa Depan untuk Ayah
Ketakutan terbesar Dona bukan soal pekerjaan di negeri orang, melainkan soal meninggalkan ayahnya sendirian di rumah. Maklum, sejak kecil Dona sudah kehilangan ibu, dan kini harus berpisah jarak dengan satu-satunya orang tua. Namun rasa takut itu Dona lawan dengan satu tujuan besar: ingin punya tabungan masa depan dan bisa memberikan sebidang tanah untuk ayahnya kelak.
Dona juga sudah memikirkan matang-matang soal keuangan keluarga selama ia merantau. Ia membuatkan rekening khusus atas nama ayahnya, agar setiap kiriman uang bisa langsung diterima tanpa perantara. Rencana jangka panjangnya jelas, menabung untuk membelikan ayahnya tanah atau kebun, sebagai bentuk terima kasih atas semua perjuangan sang ayah membesarkan Dona seorang diri.
Doa di Tanah Rantau
"Saya berjuang sendiri dan berharap ayah bisa bangga dengan saya," begitu tekad yang selalu Dona pegang. Bagi Dona, kebahagiaan ayah harus didahulukan sebelum ia memikirkan masa depannya sendiri.
Kisah Dona mengingatkan kita, keputusan menjadi PMI Malaysia sering kali lahir dari cinta yang sederhana, yaitu keinginan membahagiakan orang tua. Semoga perjuangan Dona di negeri orang berbuah manis dan ia bisa pulang membawa kebahagiaan untuk ayahnya.