Rumila, Membawa Semangat Kemerdekaan ke Singapura

Komunitas Rumila merayakan HUT RI ke-81 di Singapura melalui literasi, puisi, dan kebersamaan PMI untuk menjaga semangat Indonesia.

Share
Rumila, Membawa Semangat Kemerdekaan ke Singapura
Lomba Baca Puisi (Dok. Pribadi Rumila)

Bulan Agustus selalu identik dengan kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan. Bendera merah putih menghiasi lingkungan, berbagai perlombaan digelar, dan masyarakat berkumpul untuk merayakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Namun, bagaimana rasanya merayakan kemerdekaan ketika sedang berada jauh dari tanah air?

Hal itulah yang dialami oleh teman-teman Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang tergabung dalam Komunitas Rumah Migran Literasi dan Sinema (Rumila). Rumila adalah komunitas PMI yang anggotanya memiliki ketertarikan di bidang literasi, film, dan seni kreatif. Komunitas yang dibangun oleh Nurizqiyati (biasa dipanggil ‘Rizqi’) sejak Januari 2026 ini berfokus pada kegiatan belajar, menulis dan berkarya dalam bidang literasi (seperti puisi) dan film. Meski berada di negeri orang, semangat untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 tetap terasa kuat. Dan tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi Rumila dalam menyambut kemerdekaan Indonesia bersama para anggotanya.

Dari Kelas Menulis hingga Perayaan Kemerdekaan

Komunitas Rumila menjadikan perayaan kemerdekaan Indonesia sebagai ruang bagi teman-teman PMI untuk berkarya dan mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Indonesia.

Pada 2 Agustus 2026, Rumila menggelar berbagai kegiatan yang terdiri dari wisuda kelas menulis Batch 1 & 2, lomba membaca puisi bertema kemerdekaan, serta peluncuran buku antologi hasil karya peserta kelas menulis dan satu buku antologi puisi kemerdekaan hasil karya teman-teman peserta lomba membaca puisi.

Ternyata Banyak PMI yang Gemar Menulis

Salah satu hal yang paling menarik selama persiapan acara adalah antusiasme teman-teman PMI terhadap dunia literasi. Rangkaian kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 orang.

Namun, dibalik kesuksesan acara tersebut, tentu ada proses panjang yang harus dilalui. Rumila menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mencari tempat, peserta, juri, sponsor, hingga mempersiapkan seluruh kebutuhan acara.

Semangat kemerdekaan Rumila juga tidak berhenti pada acara 2 Agustus. Pada 17 Agustus 2026, Rumila kembali mengadakan challenge secara online yang terbuka bagi siapa saja untuk mengungkapkan arti kemerdekaan menurut perspektif mereka masing-masing.

Challenge tersebut mendapat respons yang menarik. Rumila bahkan menyiapkan hadiah bagi delapan karya terbaik dan satu karya favorit.

Puisi yang Menggambarkan Rasa Rindu dan Cinta kepada Indonesia

Menurut Rizqi, dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan, lomba membaca puisi menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Melalui puisi, para peserta tidak hanya ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menyampaikan berbagai perasaan yang mungkin selama ini tersimpan. Mulai dari rasa cinta, rindu, perjuangan, hingga harapan untuk Indonesia.

Bagi Rizqi, momen tersebut menjadi bukti bahwa berada jauh dari tanah air bukan berarti berhenti berkarya untuk Indonesia.

Membawa Suasana Indonesia ke Singapura

Bagi Rizqi, merayakan kemerdekaan bersama sesama orang Indonesia di Singapura menghadirkan perasaan bahagia sekaligus haru karena tentu memiliki perbedaan dibandingkan dengan merayakannya di kampung halaman. 

Di Indonesia, suasana kemerdekaan biasanya sangat mudah ditemukan. Bendera merah putih menghiasi rumah dan jalanan. Anak-anak mengikuti berbagai perlombaan, ibu-ibu berkumpul, dan masyarakat merayakan kemerdekaan bersama dari pagi hingga sore.

Sementara di Singapura, suasana tersebut tidak hadir dengan sendirinya. Teman-teman PMI harus menciptakan sendiri kemeriahan dan kebersamaan tersebut.

Namun, justru di situlah letak keistimewaannya. Bagi teman-teman PMI, berkumpul bersama, berbagi cerita, mengikuti kegiatan, dan merayakan kemerdekaan menjadi cara sederhana untuk menjaga rasa dekat dengan tanah air.

Menjaga semangat Kemerdekaan di tanah perantauan

Melalui Rumila, semangat kemerdekaan RI itu diwujudkan dalam bentuk kebersamaan, karya, literasi, dan kreativitas.

Karena meskipun kaki berada di negeri orang, hati tetap bisa pulang ke Indonesia. Setidaknya untuk sejenak, melalui sebuah karya tulis, sebuah pertemuan, dan semangat merah putih yang terus menyala.