Demi Tiga Buah Hati, Mantapkan Langkah Merantau ke Taiwan
Demi masa depan tiga anaknya, Putri mantapkan langkah menjadi PMI di Taiwan. Simak kisah perjuangannya menjelang keberangkatan.
Bagi sebagian orang, merantau ke luar negeri adalah pilihan untuk mengejar mimpi. Namun bagi Putri (27), perempuan asal Lampung, keputusan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah bentuk perjuangan seorang ibu demi masa depan ketiga anaknya.
Pertengahan Agustus 2026 nanti, Putri akan memulai kehidupannya sebagai caregiver di Taiwan. Di balik senyumnya menjelang keberangkatan, tersimpan harapan, pengorbanan dan tekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Dari Ibu Rumah Tangga Menjadi Pejuang Nafkah
Sebelum memutuskan menjadi PMI, Putri adalah seorang ibu rumah tangga. Setelah perceraiannya, ia dihadapkan pada kenyataan bahwa kini dirinya harus menjadi tulang punggung bagi tiga anaknya.
Kesempatan bekerja di luar negeri mulai ia kenal dari tetangga yang lebih dulu menjadi PMI. Melihat peluang mendapatkan penghasilan yang lebih baik membuat Putri mulai memberanikan diri mengambil langkah besar dalam hidupnya.
Keputusan itu bukan datang karena paksaan keluarga, melainkan dirinya sendiri. Namun, karena mendapat dukungan lebih dari keluarganya. Hal tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk merantau menjadi PMI.
Perjalanan yang Tidak Selalu Mudah
Menjadi calon PMI bukan berarti tanpa hambatan. Putri harus melewati berbagai tahapan administrasi, termasuk proses verifikasi untuk penerbitan visa kerja melalui kantor perwakilan Taiwan.
Putri juga sempat menghadapi kendala pada dokumen akta kelahiran yang membuatnya harus meminta bantuan orang tua di kampung agar seluruh persyaratan dapat segera diselesaikan. Meski cukup menguras waktu dan tenaga, Putri memilih tetap bertahan.
Di Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP), ada banyak informasi yang menurutnya sangat bermanfaat. Penjelasan mengenai isi perjanjian kerja, perlindungan asuransi, hingga hak-hak pekerja yang menjadi bekal penting untuk calon PMI.
Antara Bahagia dan Haru Menjelang Keberangkatan
Semakin dekat dengan hari keberangkatan, perasaan Putri bercampur menjadi satu.
Bahagia karena mimpinya untuk bekerja di Taiwan segera terwujud. Namun di sisi lain, ada kesedihan yang sulit disembunyikan karena ia harus berpisah dengan ketiga anaknya.
Anak-anak menjadi alasan terbesar yang membuatnya terus semangat menjalani seluruh proses ini. Meski demikian, ada satu hal yang paling ia khawatirkan, yakni jika suatu saat mendengar kabar buruk dari keluarga. Jarak yang jauh membuatnya sadar bahwa ia tidak akan mudah untuk pulang kapan saja.
Beruntung, kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh. Selama Putri bekerja di Taiwan, merekalah yang akan merawat dan menjaga ketiga cucunya.
Sementara untuk kehidupan di negara tujuan, Putri mengaku tidak memiliki ketakutan yang berlebih. Ia percaya bahwa setiap tantangan dapat dihadapi selama dijalani dengan niat yang baik dan kesiapan mental.
Mengatur Keuangan untuk Masa Depan
Bagi Putri, merantau bukan hanya soal mencari penghasilan besar, tetapi juga mengelola hasil kerja dengan bijak. Ia ingin memastikan bahwa kerja kerasnya di Taiwan benar-benar memberikan manfaat bagi masa depan keluarganya.
Prioritas utamanya adalah memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. Namun, ia juga menyadari bahwa dirinya perlu memiliki tabungan sebagai bekal setelah masa kontrak kerjanya selesai.
Bekerja di Taiwan bukanlah tujuan akhir Putri, melainkan langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi ketiga anaknya sekaligus mempersiapkan masa depan dirinya sendiri. Ia berharap perjuangan yang dimulai hari ini kelak menjadi cerita yang bisa dibanggakan oleh ketiga buah hatinya.