Jose, PMI Hong Kong yang Sukses Bangun Bisnis dan Komunitas
Kisah inspiratif Jose, PMI di Hong Kong yang sukses membangun bisnis, menempuh pendidikan, dan memberdayakan sesama melalui komunitas.
Bagi sebagian orang, menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah cara untuk mencari nafkah. Namun bagi Jose (38), Hong Kong justru menjadi tempat untuk belajar, berkembang, dan membuka lebih banyak peluang.
Sudah 12 tahun bekerja sebagai domestic helper di Hong Kong dengan satu majikan yang sama, wanita asal Malang ini membuktikan bahwa menjadi PMI tidak menghalanginya untuk terus belajar, berbisnis, bahkan memimpin sebuah komunitas.
Perjalanan Panjang Menjadi PMI
Jose dikenal sebagai sosok yang gemar belajar. Ia pernah menempuh pendidikan di bidang Teknologi Informasi dan Psikologi, lalu kembali melanjutkan kuliah di bidang bisnis, hukum, hingga sempat menempuh pendidikan doktoral.
Sebelum bekerja di Hong Kong, ia pernah menjadi talent coordinator di Indonesia dan bekerja di Afrika sebagai staf marketing hingga supervisor.
Meski memiliki pengalaman di berbagai bidang, Jose akhirnya memilih bekerja sebagai domestic helper di Hong Kong. Baginya, pekerjaan tersebut memberikan penghasilan yang baik sekaligus tidak terlalu banyak tekanan. Awalnya ia sempat berencana melanjutkan karier ke Kanada. Namun, saran dari seorang teman membuatnya memilih Hong Kong karena dianggap memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan membangun relasi.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Selama bekerja di Hong Kong, ia mampu membiayai pendidikan, memperluas jaringan profesional, serta mengembangkan berbagai usaha. Baginya, Hong Kong bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat membangun masa depan.
Kini, ia turut membantu membiayai kuliah keponakannya dengan membayar kebutuhan semesteran. Pendidikan adik-adiknya pun telah selesai, sementara untuk orang tua, ia bersama kakak dan adik lainnya saling berbagi tanggung jawab untuk membantu dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Pernah Ditipu Puluhan Juta hingga Tidur Hanya Satu Jam
Perjalanan Jose menuju kesuksesan tidak selalu mudah. Ia pernah hanya tidur sekitar satu jam sehari karena harus membagi waktu antara bekerja, mengurus bisnis, dan berbagai aktivitas lainnya.
Dalam perjalanan membangun usaha, ia juga pernah mengalami kerugian hampir Rp50 juta akibat penipuan. Tak hanya itu, sebagai pendiri Komunitas DESKA Keputrian, Jose juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kritik dari luar hingga perbedaan pendapat di dalam komunitas.
Namun, ia memilih menghadapi setiap masalah dengan kepala dingin. Baginya, komunikasi yang terbuka dan mengingat kembali tujuan bersama adalah kunci untuk menyelesaikan setiap perbedaan.
Gaji Diputar Menjadi Bisnis, Bukan Gaya Hidup
Jose memiliki prinsip sederhana dalam mengelola keuangan, yaitu tidak hidup boros. Sebagian besar penghasilannya ia gunakan untuk membangun usaha dan berinvestasi. Saat ini, ia memiliki usaha kontrakan dan beberapa bisnis lainnya. Meski begitu, kebutuhan keluarga di Indonesia tetap menjadi prioritasnya.
Berkat kerja kerasnya selama bertahun-tahun, Jose berhasil memberangkatkan keluarganya untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Baginya, mengelola keuangan tidak hanya soal menghasilkan uang, tetapi juga menjaga kejujuran dan menghindari utang agar kondisi finansial tetap sehat dan memberikan ketenangan.
Hari Libur Tetap Produktif
Banyak orang menggunakan hari libur untuk beristirahat, tetapi sebagaian besar waktu Jose gunakan untuk bekerja serta mengurus organisasi. Sejak tahun 2019, ia menjadi Founder DESKA Keputrian, sebuah komunitas yang menjadi wadah belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan bagi para PMI.
Kini, DESKA Keputrian memiliki sekitar 300–500 anggota, tergantung setiap angkatan, didukung oleh 10 guru tetap dan guru tamu yang hadir setiap tiga bulan sesuai momentum. Beragam kelas tersedia, mulai dari makeup, hair style, kuliner, tata busana, multimedia, hingga kelas sertifikasi makeup.

Belajar Hidup Sehat Setelah Sakit
Jose pernah mengalami kondisi kesehatan yang cukup serius karena kelelahan. Pengalaman tersebut menjadi titik balik untuk mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat dengan rutin berjalan kaki minimal 5 - 10 KM setiap hari sebagai bentuk investasi kesehatan.
Jarak Tidak Mengurangi Kedekatan dengan Keluarga
Meski tinggal jauh dari Indonesia, Jose selalu menyempatkan diri menghubungi keluarganya setiap hari untuk memastikan keadaan mereka.
Ia mengakui, tantangan terbesar menjalani hubungan jarak jauh dulu adalah persoalan keuangan. Namun seiring waktu, kondisi tersebut semakin membaik berkat komunikasi yang terbuka dan saling percaya.
Pesan untuk Calon PMI
Di akhir wawancara, Jose membagikan pesan bagi para calon PMI. Menurutnya, bekerja di luar negeri membutuhkan mental yang kuat, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan beradaptasi.
Ia mengingatkan agar bekerja dengan sepenuh hati, tidak membawa sikap manja, mampu menurunkan ego, serta selalu menjunjung tinggi kejujuran. Baginya, keterampilan dapat dipelajari, tetapi kejujuran adalah modal utama untuk membangun kepercayaan dan membuka lebih banyak peluang.